Hadirkan Ruang Hampa demi Ketenangan Bekerja dan Membaca
13 Oct

Hadirkan Ruang Hampa demi Ketenangan Bekerja dan Membaca

Jpnn.com – Suasana tenang yang jauh dari bising dan polusi suara lainnya menjadi barang langka di kota besar seperti Jakarta. Tempat yang sunyi dan kondusif untuk berpikir, menyusun rencana kerja, ataupun sekadar membaca seolah menjadi kemewahan tersendiri.

Itu pula yang menginspirasi Zaenal A Budiyono, penulis produktif yang juga dikenal sebagai analis politik untuk menghadirkan sebuah tempat nyaman untuk berdiskusi, membaca ataupun berkantor. Bapak satu putri yang sehari-hari menekuni profesi sebagai dosen itu membuka sebuah tempat untuk berkreasi dengan nama Ruang Hampa.

Lokasi Ruang Hampa ada di kawasan Tanjung Mas Raya, Jakarta Selatan atau di seberang Stasiun Tanjung Barat. Ide Zaenal mencetuskan Ruang Hampa adalah untuk menghadirkan kesunyian yang sekarang sudah menjadi barang mewah.

“Ruang Hampa menyuguhkan kesunyian sebagai tempat untuk co-working space, sebuah ruang untuk berkreasi,” ujarnya.

Di Ruang Hampa, pengunjung bisa menikmati ketenangan untuk bekerja. Zaenal mengibaratkan Ruang Hampa sebagai oase di tengah padang pasir kemacetan dan kebisingan.

Karena itu, Ruang Hampa dirancang sedemikian rupa untuk menghadirkan ketenangan sehingga pengunjung yang hadir untuk bekerja atau membaca bisa fokus. Ruang Hampa juga menyediakan fasilitas jaringan internet berkecepatan tinggi dan ribuan buku-buku menarik.

“Yang pasti di sini zero noise (tanpa gangguan suara, red) dan ada peluang network opportunities (kesempatan memiliki jaringan, red),” tuturnya.

Bahkan, Ruang Hampa juga cocok bagi mahasiswa yang hendak menyusun skripsi, thesis ataupun disertasi. “Kami juga memiliki buku-buku koleksi, termasuk bagi profesional yang membutuhkan referensi,” ujarnya.

Zaenal menuturkan, Ruang Hampa memang ditujukan untuk kalangan mahasiswa, pebisnis pemula ataupun young entrepreneur. “Mereka adalah barisan Generation Y yang memiliki behavior berbeda dengan generasi sebelumnya. Gen Y style ini tidak mungkin dihindari dan yang paling baik bagi kita adalah bagaimana beradaptasi dengan setiap perubahan,” ucapnya.

Karena itu, Ruang Hampa didesain agar tidak kaku. Tidak ada resepsionis khas kantor-kantor yang berbelit dengan birokrasi ataupun suasana kaku.

Justru, yang tampak adalah gudang ilmu yang membuat pengunjungnya ingi berlama-lama. Berbagai poster tokoh dunia juga menghiasi dinding Ruang Hampa.

Hanya saja, Ruang Hampa memang tak beroperasi 24 jam karena buka dari pukul 09.00 pagi dan tutup pada 20.00. Ruang Hampa menyediakan dua jenis layanan, yakni meeting room (MR) bagi yang mau menggelar pertemuan atau rapat, serta co-working space (CWS) untuk pengunjung individual.

Jadi, tertarik untuk mendamparkan diri di Ruang Hampa seharian? Siapkan saja Rp 50 ribu agar bisa membenamkan diri di kesunyian Ruang Hampa.

Leave a Reply

WhatsApp chat